Pengaruh Banyaknya Persentase Air Terhadap Pertumbuhan Panjang Batang Tanaman Biji Kacang Hijau I. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini, kelompok kami menggunakan air cucian beras dan air tanah / air sumur. Banyak orang berpendapat dengan menggunakan air cucian beras untuk bertanam akan memberikan hasil yang maksimal pada tanaman dalam waktu singkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :  Berapakah persentase air terbaik untuk menghasilkan pertumbuhan panjang batang paling tinggi pada tanaman kacang hijau ? Dari perumusan masalah di atas, tujuan penelitian kami adalah : Mengetahui persentase air mana yang terbaik untuk bertanam dan memberikan hasil maksimal pada tanaman kacang hijau dalam waktu singkat. II. Menyusun Hipotesis Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar. Air berpengaruh sangat penting pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena air merupakan faktor yang terpenting bagi tanaman untuk melakukan fotosintesis. Beras adalah bulir padi yang sudah dipisahkan dari sekam. Air cucian beras mengandung nutrisi seperti phosfor, zat besi, dan vitamin. Phosfor merupakan salah satu unsur utama yang dibutuhkan tanaman dan selalu ada dalam pupuk majemuk tanaman, misalnya NPK. Phosfor berperan dalam memicu pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran yang baik dari benih dan tanaman muda. Zat besi berperan dalam pembentukan hijau daun, karbohidrat, lemak, dan protein. Jadi, untuk mengetahui kadar air terbaik untuk tanaman kami memberikan volume air yang berbeda untuk setiap pot dengan : Kotak plastik A : 100% air sumur Kotak plastik B : 100% air cucian beras Kotak plastik C : 50% air cucian beras + 50% air sumur Kotak plastik D : 75% air cucian beras + 25% air sumur Berdasarkan dasar teori tersebut, maka kami membuat hipotesis banyaknya persentase air yang terbaik untuk proses pertumbuhan kecambah kacang hijau adalah 100% air cucian beras. III. Variabel Variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat, atau nilai dari suatu objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Pada penelitian ini, variabel penelitian yang digunakan adalah variabel kontrol, variabel bebas dan variabel terikat. variabel kontrol : kapas, cahaya matahari, kelembapan dan temperatur. variabel bebas : 100% air sumur, 100% air cucian beras, 50% air cucian beras + 50% air sumur, 75% air cucian beras + 25% air sumur. variabel terikat : pertumbuhan panjang batang tanaman biji kacang hijau.



 IV. Alat dan Bahan  Alat : 1. Kotak plastik 4 buah 2. Kertas tempel 1 lembar 3. Gelas aqua bekas 1 buah 4. Mistar (cm) 1 buah 5. Pulpen 1 buah 6. Buku tulis 1 buah  Bahan : 1. Biji kacang hijau 40 butir 2. Kapas secukupnya 3. Air : Kotak plastik A : 100% air cucian beras Kotak plastik B : 100% air sumur/ air tanah Kotak plastik C : 50% air cucian beras + 50% air sumur Kotak plastik D : 75% air cucian beras + 25% air sumur V. Langkah Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. 2. Memilih biji kacang hijau yang akan ditanam dengan cara direndam air dalam wadah selama 8 jam. Biji kacang hijau yang tenggelam digunakan sebagai bibit. 3. Menempatkan kapas pada masing-masing kotak plastik. 4. Menanam 10 biji kacang hijau dalam masing-masing kotak plastik. Biji kacang hijau jangan sampai tertutup tanah ( tetap tampak dari permukaan tanah ). Kemudian menyiram tanaman dengan air yang telah disiapkan. Kotak plastik A 100% air cucian beras, kotak plastik B 100% air sumur/ air tanah, kotak plastik C 50% air cucian beras + 50% air sumur, kotak plastik D 75% air cucian beras + 25% air sumur. 5. Memberi label pada setiap kotak plastik tersebut dan memberi nomor sebagai tanda disekitar biji kacang hijau. 6. Kemudian meletakkan kotak-kotak tersebut di bawah cahaya matahari. 7. Memulai pengukuran jika biji telah tumbuh, yaitu mengukur panjang batang dimulai dari hari pertama. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah hingga ujung batang dengan menggunakan mistar skala centimeter. 8. Melakukan pengukuran dan penyiraman tanaman setiap hari selama 6 hari pada pukul 16.00 WIB. 9. Menulis hasil pengamatan pada tabel pengamatan yang telah dibuat dan menghitung rata-rata tinggi kecambah per hari. Pada hari ke-6 menghitung rata-rata tinggi kecambah secara keseluruhan. 10. Memotret setiap perkembangan pada tumbuhan kacang hijau. VI. Populasi Pada penelitian ini kami menentukan populasi pada msing-masing kitak plastik sebanyak 10 butir biji kacang hijau. VII. Tabel Pengamatan Panjang kecambah Hari ke - Rata-rata 1 2 3 4 5 6 K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 K10 Rata-rata VIII. Menetapkan Cara Pengambilan Data dan Cara Menganalisis a.) Cara Pengambilan Data Dasar teori sebagai tumpuan untuk menentukan hipotesis kami, diambil dari internet. Adapun situs yang digunakan yakni http ://www.scribd.com , serta dengan mengukur panjang batang kecambah kacang hijau satu persatu yang kemudian dicatat dalam tabel pengamatan. b.) Cara Menganalisis Cara yang digunakan dalam menganalisis percobaan daklam penelitian ini yaitu dengan membandingkan data panjang batang kecambah yang telah diperoleh satu persatu. Nama Kelompok : 1.ELCHI FITRIANI 2.LAYUNG MORGANI 3.UTIN AULIA MAULIDYA